Manajemen Pembelajaran Keaksaraan Fungsional berbasis Duabelas Kompetensi (Survey di Kota Kendari, Kabupaten Muna, Muna Barat, Konawe, dan Konawe Kepulaun)

  • Rasid R
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendidikan literacy didefenisikan sebagai net generation untuk mempersiapkan warga belajar baik dalam kepentingan masa kini maupun kepentingan masa datang untuk berkomunikasi yang serba kompleks. Oleh karena itu, pembelajaran berhubungan berbagai faktor, terutama pemberian motivasi dan pokok-pokok materi. Warga belajar masuk Pathway (pendalaman bahasa pada berbagai jenjang) kepada enam tingkatan mulai dari level bahasa tradisional, pengembangan bahasa melalui latihan, seni bahasa, maju, hingga level tingkat tinggi yang didukung oleh pendidikan. Pelaksanaan program pembelajaran keaksaraan fungsional orang dewasa diperlukan gerakan baru membaca untuk mengetahui jendela dunia dan ilmu pengetahuan, perkembangan individu, kelompok, masyarakat lokal, dan nasional dan global.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rasid, R. (2023). Manajemen Pembelajaran Keaksaraan Fungsional berbasis Duabelas Kompetensi (Survey di Kota Kendari, Kabupaten Muna, Muna Barat, Konawe, dan Konawe Kepulaun). Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH), 5(1), 27–44. https://doi.org/10.51454/jimsh.v5i1.905

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free