Abstract
Berpacaran merupakan suatu tahapan bagi manusia untuk membangun attachment dengan lawan jenis yang umumnya dijalani saat berada di usia dewasa awal. Konflik tidak dapat dihindari dalam hubungan pacaran dan isu ini sering dikaitkan dengan masalah komunikasi. Self-disclosure dianggap menjadi salah satu cara untuk meminimalisir konflik. Individu yang merasa aman dalam membangun attachment memiliki kecenderungan untuk lebih banyak melakukan self-disclosure dan komunikasi secara langsung dibandingkan individu yang merasa tidak aman dalam membangun attachment. Studi ini bertujuan untuk meneliti apakah attachment yang terdiri dari dua dimensi, yaitu anxiety dan avoidance, memiliki pengaruh terhadap self-disclosure pada 72 pria dewasa awal yang sedang berpacaran. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu Experiences in Close Relationships-Revised dan Revised Self-Disclosure Scale. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara attachment anxiety terhadap self-disclosure (R2=.09, F= 7.127, p
Cite
CITATION STYLE
Pangestu, H. X., & Ariela, J. (2020). Pengaruh Attachment terhadap Self-Disclosure pada Pria Dewasa Awal yang Berpacaran. Humanitas (Jurnal Psikologi), 4(1), 87–100. https://doi.org/10.28932/humanitas.v4i1.2406
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.