Abstract
Sekarang ini, pembangunan gedung-gedung dengan berbagai fungsi semakin marak danmenimbulkan masalah terhadap lingkungan di sekitarnya. Sekitar 30% pasokan energi nasional dikonsumsioleh sektor bangunan (Karyono, 2013). Jumlah ini cukup berarti untuk diperhitungkan dalam upayapenghematan energi nasional. Tidak terkecuali pada gedung dengan fungsi kegiatan berolahraga. PadaBangunan olahraga terdapat kekurangan pada sisi teknologi yang mengakibatkan pembangunan danperawatannya tidak ekonomis dan efisien (Milica et.al., 2014). Bahwa arsitektur harus berupayameminimalkan dampak negatif lingkungan dari bangunan dengan efisiensi dan moderasi dalampenggunaan bahan, energi, dan ruang pengembangan (Merhan et.al., 2018).Metode pendekatan berkelanjutan yang dapat mengatasi permasalahan terhadap tata guna lahandan penggunaan teknologi bangunan yang tepat yang dapat meningkatkan nilai efisiensi dari bangunan.Arsitektur berkelanjutan adalah pendekatan arsitektur yang berfokus untuk meminimalkan dampak negatifpada bangunan serta lingkungannya dengan efisiensi pada penggunaan energi, material, dan ruang lingkupsecara luas. Arsitektur berkelanjutan memiliki prinsip untuk mendesain bangunan yang ramah lingkungan(Merhan et.al., 2018).Pembahasan pada tulisan ini mengidentifikasi karakteristik bangunan berkelanjutan padabangunan olahraga Birds-Nest-Stadium China dan Amsterdam Stadium AreA guna mengusulkan strategipenyelesaian arsitektur dengan pendekatan arsitektur berkelanjutan agar sebuah bangunan olahraga dapatberfungsi secara lebih efisien dan ramah lingkungan.
Cite
CITATION STYLE
Pranata, A. A. B., & Zuhri, S. (2024). STRATEGI ARSITEKTUR KEBERLANJUTAN PADA BANGUNAN OLAHRAGA. Widyastana, 1(1), 11–23. https://doi.org/10.33005/widyastana.v1i1.120
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.