Abstract
During the Covid-19 pandemic, people in Medan experienced anxiety. This is indicated by the community's low interest in circumcising their children, which is seen from the number of circumcision participants carried out by the Indah Foundation at the IndahMedan College of Health Sciences in 2020, in January with only 12 participants, 9 (June), 15 (October). Likewise on Radio Indah Suara 96.5 FM Perbaungan in December 2019 with 11 people, in June 2020 with 14 people, in October with 15 participants. This paper aims to determine the relationship between parent's support and knowledge for motivating their children to do circumcision. The method is done by looking at the correlation between parent's support and knowledge with the motivation to circumcise the child and seeing how multiple (simultaneous) correlation between the support and knowledge of parents and the motivation to circumcise the child. The author can conclude that the majority of students' parents (55.00%) do not support their children being circumcised during the Covid-19 pandemic, and parents' knowledge of circumcision during the Covid-19 pandemic is still inadequate, seen from the level of understanding of parents regarding circumcision during the Covid-19 pandemic is at a moderate level (66.67%)Masa pandemi Covid-19 masyarakat Kota Medan mengalami kecemasan. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya minat masyarakat dalam mengkhitankan anak, yaitu dilihat dari jumlah peserta khitan yang dilakukan Yayasan Indah di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan pada tahun 2020 di bulan Januari peserta khitan hanya 12 orang, bulan Juni ada 9 orang, bulan Oktober berjumlah 15 orang. Demikian juga di Radio IndahSuara 96.5 FM Perbaungan pada bulan Desember tahun 2019 berjumlah 11 orang, pada tahun 2020 bulan Juni berjumlah 14 orang, bulan Oktober berjumlah 15 orang peserta. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan dukungan dan pengetahuan orang tua dalam memotivasi anak agar bersedia dilakukan tindakan khitan. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan melihat korelasi antara dukungan dan pengetahuan orang tua dengan motivasi berkhitan anak, dan melihat bagaimana korelasi berganda (simultan) antara dukungandan pengetahuan orang tua dengan motivasi berkhitan anak. Penulis dapat menyimpulkan bahwamayoritas orang tua siswa (55,00%) tidak mendukung anaknya dikhitan di masa pandemi Covid-19, dan pengetahuan orang tua tentang berkhitan di masa pandemi Covid-19 masih belum memadai terlihat dari tingkat pemahaman orang tua mengenai berkhitan dimasa pandemi Covid-19terletak pada level sedang (66,67%).
Cite
CITATION STYLE
Erika, & Wina Viqa Sari. (2021). Hubungan Dukungan dan Pengetahuan Orang Tua dengan Motivasi Khitan Siswa MIS Amal Shaleh Perumnas Simalingkar Medan Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Indah Sains Dan Klinis, 2(1), 23–32. https://doi.org/10.52622/jisk.v2i1.12
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.