Diskursus radikalisme di kalangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di DKI Jakarta: pengertian, penyebab dan upaya pencegahannya

  • Basyirah R
  • Fuad A
N/ACitations
Citations of this article
66Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The emergence of radical discourse within society, that often associated with the aspect of Islamic Religious Education (PAI), required counter-narrative efforts through the reinforcement of understanding among PAI teachers. Motivated by such a context, the researcher conducted a study involving PAI teachers in DKI Jakarta, examining their perspectives or concepts of radicalism, the causes of radicalism, and efforts or strategies in preventing radicalization. This qualitative research employed interview methods, Focus Group Discussion (FGD), and reviews to the relevant literatures for data collection. Data were obtained from 19 Islamic religious education teachers in DKI Jakarta as the primary informants. The findings reveal that PAI teachers in DKI Jakarta share a common understanding that radicalism contradicts Islamic teachings. Additionally, they reject radicalism in any form and agree to collectively combat radicalism. The identified causes include environmental factors, differences in religious ideological beliefs, and a lack of trust to the government. Strategies employed to prevent radicalism involve the cultivation and reinforcement of Pancasila values, moderate Islamic values (Islam wasathiyah), and values on diversity and tolerance.   Abstrak Diskursus radikalisme yang muncul di tengah masyarakat yang sering kali dikaitkan dengan aspek Pendidikan Agama Islam (PAI), memerlukan upaya konter narasi melalui penguatan pemahaman di kalangan guru-guru PAI. Didorong oleh latar belakang seperti itu, peneliti melakukan penelitian kepada guru-guru PAI di wilayah DKI Jakarta terkait perspektif atau konsep radikalisme, penyebab radikalisme, serta upaya atau strategi dalam upaya pencegahan radikalisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode interview (wawancara), Focus Group Discussion (FGD), dan kajian literatur yang relevan dalam proses pengumpulan datanya. Datanya diperoleh dari 19 guru pendidikan agama Islam di wilayah DKI Jakarta sebagai informan utama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan para guru PAI di DKI Jakarta memiliki pemahaman yang sama bahwa radikalisme bertentangan dengan ajaran Islam. Selain itu, mereka menolak radikalisme dalam bentuk apa pun dan sepakat untuk bersama-sama menangkal radikalisme.

Cite

CITATION STYLE

APA

Basyirah, R., & Fuad, A. F. N. (2023). Diskursus radikalisme di kalangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di DKI Jakarta: pengertian, penyebab dan upaya pencegahannya. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 12(6), 551–566. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v12i6.15758

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free