MODAL SOSIAL USAHAWAN PENDATANG DI KABUPATEN TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN

  • Faisal M
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan ilmiah tentang nilai dan norma yang dianut dibalik modal sosial usahawan pendatang di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan usahawan pendatang sebagai informan.         Secara kualitatif hasil penelitian ini menjelaskkan bahwa bagi usahawan pendatang Bugis, budaya siri’, pesan leluhur, agama, dan pengejaran status sosial telah menjadi spirit utama mereka dalam bekerja. Usahawan pendatang Bali memulai usahanya dengan konsep menanam budi yaitu memperbaiki hubungan baik dengan sesama manusia menjadi sumber motivasi utama dalam berusaha. Menanam budi terhadap sesama manusia, alam, dan Tuhan adalah sumber spirit mereka dalam berusaha karena menganggap bahwa usaha adalah karma. Pada usahawan pendatang Jawa dengan sikap tradisionalnya dalam berusaha didasari oleh keyakinannya bahwa orang harus hidup dalam persekutuan mesra dengan alam dan mengutamakan keselarasan dan kesabaran. Usahawan pendatang Cina, kepercayaan terhadap leluhur dan keyakinannya bahwa kalau usaha dikelola dengan sungguh-sungguh akan berhasil menjadi spirit mereka dalam berusaha. Usahawan pendatang Jawa, Cina, Bali dan Bugis,  mereka memiliki unsur-unsur modal sosial seperti saling percaya, hubungan timbal-balik, dan jaringan kerja yang luas. Kata Kunci:  modal sosial, nilai, norma, usahawan pendatang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Faisal, M. (2017). MODAL SOSIAL USAHAWAN PENDATANG DI KABUPATEN TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN. Sosiohumaniora, 19(1). https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v19i1.10331

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free