Abstract
Tanaman seledri digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan obat-obatan tradisional. Manfaatnya yang tinggi memungkinkan permintaan pasar yang tinggi juga. Hingga saat ini, di Maluku Utara belum terdapat budidaya seledri yang luas, rata-rata hanya menggunakan hidroponik dan polybag padahal luas lahan pertanian sangat besar terutama di desa Sumbersari. Teknik Low Capital and High Benefit menggunakan pendekatan sistem pertanian yang dasar yaitu tanam langsung ke tanah. PKM ini bertujuan memberikan pemahaman baru kepada masyarakat tentang budidaya seledri melalui Teknik tanam langsung dengan pendekatan Low Capital and High Benefit sehingga sosial ekonomi mitra menjadi lebih baik. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Sumbersari, Kabupaten Halmahera tengah pada tanggal 18 Agustus 2022. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengabdian ini berhasil dilaksanakan. Pada saat sosialisasi seluruh masyarakat antusias dan dapat mengikuti materi dengan maksimal. Hal ini terlihat dari implementasi pada saat pelaksanaan keberhasilan budidaya seledri mencapai 90 %.The celery plant is used as a food additive and in traditional medicine. Its high benefits allow for high market demand as well. Until now, in North Maluku, there has been no extensive cultivation of celery. On average, it only uses hydroponics and polybags even though the area of agricultural land is enormous, especially in Sumbersari village. The Low Capital and High Benefit technique use a basic farming system approach: planting directly into the ground. This PKM aims to provide a new understanding to the community about celery cultivation through direct planting techniques with a Low Capital and High Benefit approach so that the socio-economic partners better. This service location was in Sumbersari Village, Central Halmahera Regency, on August 18, 2022. The methods used were lectures, discussions, and demonstrations. The results of the service show that this service was successful. During socialization, the whole community was enthusiastic and could fully follow the material, which can be seen from the implementation when the success of celery cultivation reached 90%.
Cite
CITATION STYLE
Darmawati, D., & Purnomo, E. (2022). Inovasi penanaman Seledri (Apium Graveolens L.) dengan teknik Low Capital and High Benefit di Desa Sumbersari. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 308–316. https://doi.org/10.29408/ab.v3i2.7210
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.