PENCIPTAAN TARI RANAH BAKATUMUK SEBAGAI EKPRESI DARI KONFLIK BATAS TANAH ULAYAT

  • Ilham K
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Konflik batas tanah ulayat adalah fenomena perang saudara yang terjadi akibat adanya kesalahpahaman dan pelanggaran kesepakatan adat. Penciptaan karya tari Ranah Bakatumuk mencoba mengekspresikan konflik tanah ulayat yang terjadi di Desa Muaro Pingai dan Desa Saniang Baka. Metode penciptaan dalam karya tari ini adalah Observasi, Eksplorasi, Improvisasi, Pembentukan dan Evaluasi. Dasar gerak yang menjadi pijakan dalam karya ini adalah gerak silek dan gerak adok dengan pengembangan gerak melalui eksplorasi ruang, waktu dan tenaga. Beberapa motif silek yang dimanfaatkan yaitu pitunggua, gelek dan simpia. Sedangkan gerak yang dimanfaatkan dari tradisi adok adalah motif sambah, cabiak kainsekabung, rantak, titih batang, alang mangirai bulu, cigak baruak. Karya tari yang digarap dalam tiga bagian ini menggunakan tipe dramatik dan tema literer.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ilham, K. (2023). PENCIPTAAN TARI RANAH BAKATUMUK SEBAGAI EKPRESI DARI KONFLIK BATAS TANAH ULAYAT. Jurnal Cerano Seni : Pengkajian Dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 2(2), 48–52. https://doi.org/10.22437/jcs.v2i2.30065

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free