Abstract
The development of the internet in the last era has become more advanced and sophisticated, and it is easily accessible to everyone. But it can be detrimental if it is not wise to use it. It will intentionally or unintentionally get information whose contents contain pornographic content in the form of images, videos, text, or telephone calls called cybersex. Most accessors of pornography on the internet are emerging adulthood individuals 18-24 years old, because this period is the right time for all changes and developments in sexuality, romantic relationships, identity, values, and increased risk behavior. The purpose of this study is to obtain empirical data on the effect of attachment style on cybersex behavior in emerging adulthood in Indonesia. This study was conducted using the causality method involving 173 respondents from various provinces in Indonesia. The measuring instrument used to measure attachment style is the Experience in Close Relationship (ECR-R) compiled by Brennan, Clark, and Shaver, which was adapted into Indonesian by Willy Steven and colleagues. For the variables of cybersex behavior, it is to use the ISST (Internet Sex Screening Test) compiled by Delmonico and Griffin, which has been adapted by Putri. The results of this study show that attachment style has a positive effect of 6.2% on cybersex behavior in Indonesia. Perkembangan internet di era serakang sudah semakin maju dan canggih yang mudah diakses oleh semua orang. Tetapi dapat merugikan apabila tidak bijak dalam menggunakannya maka akan secara sengaja atau tidak sengaja mendapatkan informasi yang isinya memuat konten pornografi yang berupa gambar, video, text, ataupun panggilan telepon yang disebut dengan istilah cybersex. Pengakses pornografi di internet paling banyak adalah individu emerging adulthood 18-24 tahun, karena masa ini merupakan masa yang tepat untuk segala perubahan dan perkembangan seksualitas, hubungan romantis, identitas, nilai-nilai, dan peningkatan perilaku berisiko. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris mengenai pengaruh gaya kelekatan terhadap perilaku cybersex pada emerging adulthood di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kausalitas yang melibatkan 173 responden yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur gaya kelekatan adalah Experience in Close Relationship (ECR-R) yang disusun oleh Brennan, Clark, dan Shaver yang diaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh Willy Steven dan Kolega . Untuk variabel perilaku cybersex adalah menggunakan ISST (Internet Sex Screening Test) yang disusun oleh Delmonico dan Griffin yang telah diadaptasi oleh Putri. Hasil penelitian ini menunjukan hasil bahwa gaya kelekatan berpengaruh positif sebesar 6.2% terhadap perilaku cybersex di Indonesia.
Cite
CITATION STYLE
Putri, S. W., & Nawangsih, E. (2023). Pengaruh Gaya Kelekatan terhadap Perilaku Cybersex pada Emerging Adulthood di Indonesia. Bandung Conference Series: Psychology Science, 3(2), 991–997. https://doi.org/10.29313/bcsps.v3i2.7612
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.