Hubungan Status Gizi Dan Anemia Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Dustira Cimahi Tahun 2018

  • Lestari E
N/ACitations
Citations of this article
278Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Di Indonesia batas ambang LILA dengan resiko KEK adalah 23,5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko KEK di perkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Pada ibu hamil yang menderita anemia berat kemungkinan melahirkan bayi BBLR dan premature lebih besar. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menganalisa hubungan Status gizi dan Anemia dengan kejadian BBLR di Rumah sakit Dustira Kota Cimahi.  Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan Cross sectional. Sampel kasus sebanyak 100 orang. Sampel penelitian ini yaitu ibu bersalin. Pengukuran menggunakan data primer dengan lembar cheklis. Hasil uji chi-square menunjukan bahwa nilai p sebesar 0,006, berarti p<0,05 maka disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian BBLR”. Nilai p sebesar 0,025, berarti p<0,05 maka disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan antara anemia dengan kejadian Berat Badan lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit dustira Kota Cimahi

Cite

CITATION STYLE

APA

Lestari, E. (2021). Hubungan Status Gizi Dan Anemia Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Dustira Cimahi Tahun 2018. Jurnal Health Sains, 2(2), 161–171. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i2.105

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free