Riau Islands Sea Tribe Culture on the Brink of Change: Challenges and Hopes

  • Haqi A
  • Puryanti L
  • Riyanto E
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The Riau Archipelago, rich in marine biodiversity and cultural heritage, has long been home to the Orang Suku Laut, a nomadic maritime community deeply connected to their aquatic environment. This study explores the cultural transformations experienced by the Orang Suku Laut amid rapid modernization and industrialization, with particular attention to their traditional practices, environmental challenges, and strategies for resilience. Employing a qualitative approach grounded in cultural ecology theory, this research draws on extensive library-based data—including peer-reviewed journals, government reports, and ethnographic studies—to analyze the socio-cultural and ecological impacts of development on this indigenous community. Through thematic content analysis, the study reveals significant disruptions to cultural practices, reduced access to marine resources, and identity struggles in the face of urbanization. Nevertheless, the findings highlight opportunities for resilience through community-led heritage preservation, eco-tourism, and adaptive integration into modern governance. This study argues for development policies that uphold indigenous cultural integrity while promoting inclusive sustainability in maritime regions.Kepulauan Riau, wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati laut dan warisan budaya, telah lama menjadi rumah bagi Orang Suku Laut, sebuah komunitas maritim nomaden yang terjalin erat dengan lingkungan perairannya. Penelitian ini mengkaji transformasi budaya Orang Suku Laut dalam menghadapi modernisasi dan industrialisasi, dengan fokus pada praktik-praktik tradisional mereka, tantangan lingkungan, dan strategi untuk bertahan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mensintesiskan data dari penelitian kepustakaan yang ekstensif, menganalisis dampak sosial-budaya dan ekologi dari pembangunan terhadap masyarakat adat ini. Temuan-temuan menunjukkan adanya gangguan budaya dan lingkungan yang signifikan, termasuk menurunnya praktik-praktik tradisional, hilangnya akses terhadap sumber daya laut yang penting, dan pergulatan identitas di tengah-tengah urbanisasi. Namun, peluang untuk ketahanan muncul melalui inisiatif pelestarian yang digerakkan oleh masyarakat, ekowisata, dan integrasi ke dalam kerangka kerja tata kelola modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menjaga warisan budaya Orang Suku Laut sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan membutuhkan pendekatan kolaboratif dan inklusif yang menyeimbangkan modernisasi dengan penghormatan terhadap tradisi adat. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang ketahanan budaya dan perencanaan kota yang berkelanjutan di wilayah maritim.

Cite

CITATION STYLE

APA

Haqi, A. M., Puryanti, L., & Riyanto, E. D. (2025). Riau Islands Sea Tribe Culture on the Brink of Change: Challenges and Hopes. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 14(2), 248–257. https://doi.org/10.23887/jish.v14i2.92281

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free