MULTIKULTURALISME DALAM SASTRA INDONESIA SEBAGAI BAHAN AJAR APRESIASI SASTRA

  • Ismawati E
  • Anindita K
  • Rintik R
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
148Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagai bangsa yang multikultur, Indonesia mempunyai potensi perpecahan dan konflik etnik yang cukup besar jika tidak dikelola dengan baik. Tulisan ini mendeskripsikan nilai-nilai multikultural dalam sastra Indonesia sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA, yang dapat menjadi pemantik bagi terbentuknya karakter multikultur. Lewat apresiasi sastra diyakini penanaman karakter tepat sasaran (efektif) karena sastra bersentuhan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik simak catat. Data diambil dari empat karya sastra Indonesia, yakni satu cerpen terpilih dan tiga novel. Data dianalisis dengan pendekatan struktural-semiotik. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa cerpen “Seribu Kunang-kunang di Manhattan”, karya Umar Kayam, novel “Salah Asuhan” karya Abdul Moeis, dan novel “Namaku Hiroko” karya Nh Dini, mengandung nilai-nilai kesederajatan (egalitarian), keberagaman, dan karakter multikulturalis yang baik pada tokoh utamanya, layak dijadikan bahan ajar apresiasi sastra di tingkat SMA. Kata kunci: multikultural, bahan ajar, apresiasi sastra

Cite

CITATION STYLE

APA

Ismawati, E., Anindita, K. A., Rintik, R., & Asriana, A. (2019). MULTIKULTURALISME DALAM SASTRA INDONESIA SEBAGAI BAHAN AJAR APRESIASI SASTRA. Jurnal Pendidikan Bahasa, 8(1), 19. https://doi.org/10.31571/bahasa.v8i1.1131

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free