ANALISIS PRESEPSI MAHASISWA TERHADAP PRILAKU KORUPSI (STUDI KASUS MAHASISWA STIE-I RENGAT)

  • Yusnedi Y
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Banyak faktor yang menghambat program pemberantasan korupsi di Indoneeia, salah satunya adalah sikap hipokrisi (mendua-munafik); sikap yang pertama korupsi dihujat dan sikap yang kedua prilaku korupsi dianggap bagian dari budaya yang tidak bisa lepas dari prilaku sehari-hari. Dari data penelitian yang diambil melalui kuesioner pada 44 orang mahasiswa semester 6 Tahun akademik 2017/2018, menjelaskan bahwa prilaku korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait dengan mereka dianggap sebagai hal yang negatif, namun sebaliknya jika ada keterkaitan dengan dirinya, mahasiswa cendrung memberikan toleransi. Mahasiswa secara umum tidak melakukan korupsi terhadap uang Negara, tetapi mahasiswa sering melakukan pelanggaran terhadap kepercayaan yang diberikan kepada mereka, sehingga jika analogkan mahasiswa juga berpotensi melakukan korupsi seperti yang dilakukan oleh pejabat Publik. Dan salah satu cara untuk mencegah terjadinya korupsi dikalangan generasi muda dengan mengevaluasi pendidikan moral dengan kolaborasi dengan pendidikan anti korupsi

Cite

CITATION STYLE

APA

Yusnedi, Y. (2018). ANALISIS PRESEPSI MAHASISWA TERHADAP PRILAKU KORUPSI (STUDI KASUS MAHASISWA STIE-I RENGAT). Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 7(4), 138–143. https://doi.org/10.34006/jmbi.v7i4.96

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free