Abstract
Kemiskinan merupakan salah satu masalah ekonomi yang dihadapi oleh seluruh negara didunia termasuk Indonesia. Salah satu program pemerintah Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan adalah Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yaitu Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik. Selama periode 2015-2021, DAK Nonfisik yang dialokasikan di Provinsi Papua dan Papua Barat meningkat dan tertinggi dibandingkan Provinsi lain di Indonesia. Namun, kedalaman kemiskinan di dua Provinsi ini juga tertinggi di Indonesia. Hal itu menjadi dugaan peneliti bahwa adanya ketidakefisienan DAK Nonfisik di dua Provinsi tersebut. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi keberadaan masalah efisiensi teknis dan pengaruh DAK Nonfisik terhadap pengentasan kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua dan Papua Barat menggunakan Stochastic Fronter Analysis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa upaya pemerintah dalam menurunkan kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua dan Papua Barat belum optimal sesuai yang diharapkan. Terdapat masalah inefisiensi teknis DAK Nonfisik di dua Provinsi tersebut dengan lebih dari 50% Kabupaten/Kota di kedua Provinsi tersebut memiliki tingkat efisiensi alokasi dana yang rendah dalam menurunkan kedalaman kemiskinan. Dana yang signifikan mampu menurunkan kedalaman kemiskinan di kedua Provinsi tersebut adalah Dana Bantuan Operasional Kesehatan dan Bantuan Penyelenggaraan PAUD. Harapan dari penelitian ini adalah pemerintah untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan secepatnya terkait pendistribusian DAK Nonfisik yang dianggarkan agar dana tersebut semakin efisien dalam menurunkan kedalaman kemiskinan di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Cite
CITATION STYLE
Dino, M. E., & Budiasih, B. (2023). Kajian Kedalaman Kemiskinan di Provinsi Papua dan Papua Barat Tahun 2021. Seminar Nasional Official Statistics, 2023(1), 383–394. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2023i1.1657
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.