Abstract
Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat merupakan dua konsep kunci dalam pembangunan sosial yang saling melengkapi. Pengembangan masyarakat dipahami sebagai proses sistematis yang menekankan peningkatan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan kelembagaan melalui partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan hingga evaluasi pembangunan. Sementara itu, pemberdayaan masyarakat lebih berfokus pada penguatan kapasitas, kemandirian, serta kemampuan komunitas untuk mengelola sumber daya dan mengambil keputusan yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka. Integrasi kedua konsep ini penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan terkait pengembangan serta pemberdayaan masyarakat, kemudian dianalisis melalui analisis isi guna mengidentifikasi konsep, pendekatan, serta praktik terbaik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat berbagai pendekatan yang dapat digunakan, antara lain pendekatan partisipatif, berbasis hak, ekonomi sosial, serta teknologi dan inovasi. Keempat pendekatan tersebut terbukti mampu meningkatkan efektivitas program pembangunan, khususnya dalam sektor pertanian dan kehutanan. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya partisipasi, serta ketidakselarasan kebijakan masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Kajian ini menegaskan bahwa pengembangan dan pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mencakup keberlanjutan sosial dan ekologi. Oleh karena itu, strategi pembangunan berbasis partisipasi, kearifan lokal, dan inovasi menjadi kunci dalam memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.Community development and empowerment are two key concepts in social development that complement each other. Community development is understood as a systematic process that emphasizes improving social, economic, and institutional welfare through active community participation in planning and evaluating development. Meanwhile, community empowerment focuses more on strengthening capacity, independence, and the ability of communities to manage resources and make decisions that affect their lives. The integration of these two concepts is important for realizing inclusive and sustainable development. This study uses a literature review method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from books, scientific journals, and policy documents related to community development and empowerment, then analyzed through content analysis to identify relevant concepts, approaches, and best practices. The results of the study show that there are various approaches that can be used, including participatory, rights-based, social economy, and technology and innovation approaches. These four approaches have been proven to increase the effectiveness of development programs, particularly in the agriculture and forestry sectors. However, challenges such as limited resources, low participation, and policy inconsistencies remain obstacles that need to be overcome. This study emphasizes that community development and empowerment should not only be oriented towards improving economic welfare, but also include social and ecological sustainability. Therefore, development strategies based on participation, local wisdom, and innovation are key to strengthening community independence while preserving the sustainability of natural resources
Cite
CITATION STYLE
Chaerani, N., & Wulandari, F. (2025). Tinjauan Teoritis Tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. JURNAL HUTAN TROPIKA, 20(2), 408–419. https://doi.org/10.36873/jht.v20i2.23007
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.