Kode Etik dan Kompetensi Sosial Guru terhadap Sikap dan Nilai Kerukunan Membangun Bangsa

  • Agata B
  • Arifianto Y
  • Kristiani D
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract: Education is inseparable from the social competence of teachers and also the teacher's code of ethics. Teachers are often defined as social beings where the life of a teacher or educator cannot be separated from social life. So do not be surprised if teachers get more demands from other communities. Because the competence and code of ethics of teachers are things that can bring exemplary attitudes to students. For that attitude, it is necessary to develop good communication with parents of students in order to build communication that exists in two directions that takes place, so that the values and morals that are applied bring children to respect and tolerance in building the nation. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that teachers in building and encouraging children's creativity both in society grow in the value of harmony. Because this can be a very important deradication in multicultural life for radicalism. An educator also needs to build harmony for the school, the surrounding environment and within the community because it becomes a foundation to be able to become a unifier and build harmony. Both in terms of different religions, which exist in the Indonesian nation.Abstrak: Pendidikan tidak terlepas dari kompetensi sosial guru dan juga kode etik guru. Guru sering kali didefinisikan sebagai makhluk sosial dimana kehidupan seorang guru atau pendidik ini tidak lepas dari kehidupan sosial. Maka tidak heran jika guru mendapat tuntutan lebih dari masyarakat lainnya. Sebab kompetensi dan kode etik guru merupakan hal yang dapat membawa sikap yang diteladankan bagi naradidik. untuk itu sikap itu diperlukan pengembangan komunikasi yang baik terhadap orang tua murid guna membangun komunikasi yang terjalin pada dua arah yang berlangsung, supaya nilai dan moral yang diterapkan membawa anak pada sikap menghargai dan juga bertoleransi dalam membangun bangsa. Mengunakan metode kualitatif deskritif, maka dapat disimpulkan bahwa guru dalam membangun dan mendorong kreativitas anak baik dalam masyarakat bertumbuh dalam nilai kerukunan. Sebab hal ini dapat menjadi deradikasi yang sangat penting dalam kehidupan yang multikultural bagi adanya radikalisme. Seorang pendidik juga perlu membangun akan kerukaunan bagi sekolah, lingkungan sekitar serta didalam masyarakat karena itu menjadi sebuah pondasi untuk dapat menjadi pemersatu dan membangun kerukunan. Baik dari segi keagamaan yang berbeda-beda, yang ada di bangsa Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Agata, B., Arifianto, Y. A., & Kristiani, D. (2022). Kode Etik dan Kompetensi Sosial Guru terhadap Sikap dan Nilai Kerukunan Membangun Bangsa. EPIGNOSIS: Jurnal Pendidikan Kristiani Dan Teologi, 1(2), 64–75. https://doi.org/10.58232/epignosis.v1i2.17

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free