Abstract
Setiap lanjut usia (lansia) memiliki risiko untuk menderita penyakit kronik termasuk hipertensi. Lansia yang tinggal di Panti Werhda di Kota Manado juga memiliki risiko yang sama. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sebanyak 50% lansia yang tinggal di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar (PBLSU) Senja Cerah dan sebanyak 30% lansia yang tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) Damai Ranomuut menderita hipertensi. Dibutuhkan tindakan yang tepat untuk menangani masalah ini, sehingga komplikasi dari hipertensi dapat dicegah. Adapun solusi yang dari permasalahan ini adalah dengan memberikan edukasi tentang hipertensi dan memberikan latihan teknik relaksasi otot progresif. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 (tiga) tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan yang dilakukan antara lain koordinasi dengan pihak Panti, persiapan tenmpat kegiataan dan persiapan materi. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi 2(dua) bagian yaitu edukasi tentang hipertensi dan latihan teknik relaksasi otot progresif. Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi struktur dan evaluasi proses. Peserta yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini berjumlah 42 lansia. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan lansia setelah edukasi dan lansia mampu melakukan gerakan-gerakan pada latihan teknik relaksasi otot progresif.
Cite
CITATION STYLE
Kristamuliana, K., & Buanasari, A. (2023). Pencegahan Komplikasi Hipertensi pada Lanjut Usia di Panti Werdha di Kota Manado dengan Edukasi dan Teknik Relaksasi Otot Progresif. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(6), 1713–1718. https://doi.org/10.54082/jamsi.1002
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.