Abstract
Ileus obstruksi atau obstruksi intestinal merupakan salah satu kondisi gawat abdomen yang memerlukan tindakan segera. Salah satu penyebab obstruksi adalah adanya benda asing berupa nematoda Ascaris lumbricoides. Infeksi Ascaris lumbricoides adalah penyakit yang masih banyak dialami terutama pada anak-anak di negara berkembang. Prevalensi cacingan di Indonesia memiliki rentang yang cukup tinggi yaitu diantara 2,5%-62%. Komplikasi yang berupa ileus obstruktif bila tidak ditatalaksana dapat menyebabkan kematian. Obstruksi usus akibat Ascaris lumbricoides dapat terjadi ketika cacing berjumlah banyak yaitu lebih dari 60 ekor. Infeksi ini sering bersifat asimtomatik, namun gejala yang sering timbul berupa gangguan sistem gastrointestinal seperti nyeri perut, mual,muntah, dan anoreksia. Gejala obstruksi dapat berupa muntah, distensi abdomen, peningkatan bising usus, darm steifung, darm kontur, kolapsnya ampula recti. Pemeriksaan awal yang dapat dilakukan berupa pemeriksaan feses lengkap dan USG abdomen untuk melihat adanya cacing di dalam usus. Tatalakasana berupa pemberian obat anthelmintic, dekompresi usus menggunakan nasogastric tube, maupun operasi dapat dilakukan.
Cite
CITATION STYLE
Azura, A. J., Kurniawan, B., & Graharti, R. (2023). Obstruksi Intestinal akibat Infeksi Ascaris lumbricoides. Medical Profession Journal of Lampung, 13(1), 141–145. https://doi.org/10.53089/medula.v13i1.626
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.