Calcineurin Inhibitor Topikal Dalam Bidang Dermatologi

  • Sari N
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Beberapa dermatosis terjadi akibat ketidakseimbangan jalur imunologi. Imunomodulator dapat berfungsi sebagai  imunostimulan  atau  imunosupresan.  Pengobatan  konvensional kelainan-kelainan inflamasi kulit umumnya menggunakan kortikosteroid topikal, tetapi penggunaan klinis terbatas oleh potensi efek samping lokal dan sistemik. Imunomodulator topikal yang terkini dikembangkan dan telah mendapat lisensi dari Food and Drug Administration (FDA) yaitu salap takrolimus dan krim pimekrolimus. Calcineurin inhibitor topikal dianggap sebagai alternatif pengganti kortikosteroid yang aman dan efektif, meskipun masih digolongkan dalam kategori C. Mekanisme kerja obat topikal tersebut dengan menghambat maturasi dan aktivasi sel T melalui kompleks protein sitolitik. Efek samping yang sering terjadi adalah efek lokal berupa pruritus atau rasa panas, tanpa menimbulkan efek sistemik. Kedua obat tersebut disetujui untuk pengobatan dermatitis atopik, namun dapat juga digunakan untuk kelainan-kelainan inflamasi kulit lainnya seperti psoriasis, vitiligo, dermatitis kontak, dermatitis seboroik, liken planus, reaksi reversal dan pioderma gangrenosum. Obat topikal ini tidak menyebabkan atrofi kulit, telangiektasia, striae ataupun toksisitas sistemik.Kata Kunci: Calcineurin inhibitor topikal, takrolimus, pimekrolimus

Cite

CITATION STYLE

APA

Sari, N. (2019). Calcineurin Inhibitor Topikal Dalam Bidang Dermatologi. Media Dermato-Venereologica Indonesiana, 45(3). https://doi.org/10.33820/mdvi.v45i3.32

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free