Abstract
Kota Jambi sebagai ibu kota Provinsi Jambi memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa. Namun, banjir menjadi permasalahan yang masih sering terjadi akibat kapasitas Sungai Batang Hari dan anak sungainya, seperti Sungai Asam, yang tidak mampu menampung aliran dari hulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis debit banjir Sungai Asam, tinggi dan luas genangan sebelum dan sesudah upaya pengendalian banjir, serta mengevaluasi efektivitas pengendalian banjir. Debit banjir rencana Q25 sebesar 159,71 m³/det. Tiga alternatif pengendalian dianalisis, yaitu: (1) normalisasi sungai sepanjang 12,09 km, (2) pembangunan kolam retensi seluas 8,87 ha, dan (3) pembangunan tanggul sepanjang 10,6 km. Pemodelan banjir dengan HEC-RAS 2D menunjukkan luas genangan eksisting sebesar 199,71 ha, yang mengalami reduksi menjadi 148,50 ha (25,64%) untuk alternatif normalisasi, 182,84 ha (8,45%) untuk kolam retensi, dan 190,33 ha (4,7%) untuk tanggul. Berdasarkan analisis Flood Damage Reduction, alternatif normalisasi memberikan nilai reduksi kerugian ekonomi tertinggi sebesar Rp11,093 miliar dan dipilih sebagai opsi pengendalian banjir paling optimal.
Cite
CITATION STYLE
Aji Prakoso Nimanto, Nasywa Hanin H, Ardy Satriya, Vika Febriyani, Ekanto Wahyudi Susetyo, & Yosephina Puspa S. (2025). Kajian Pengendalian Banjir di Sungai Asam Kota Jambi menggunakan Analisis Flood Damage Reduction. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 3803–3817. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1153
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.