Penerapan ekonomi sirkular dalam pengolahan limbah cair menjadi pupuk daun dan pupuk buah untuk mendukung  industri pupuk berkelanjutan

  • Hadi R
  • Aditya W
  • Andrianto C
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
69Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengolahan limbah cair industri Monosodium Glutamate (MSG) menjadi produk pupuk daun dan pupuk buah sebagai upaya mendukung industri pupuk yang berkelanjutan. Limbah cair yang mengandung unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pupuk cair berbasis organik. Analisis dilakukan terhadap nilai Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio), Payback Period (PP), dan Break-Even Point (BEP) dengan pendekatan data keuangan dari produksi PT. ABC pada tahun 2025. Hasil menunjukkan bahwa B/C Ratio untuk pupuk daun mencapai 425% dan pupuk buah 234%, keduanya jauh di atas ambang kelayakan minimum sebesar 100%. Waktu pengembalian modal hanya 0,96 tahun (11,5 bulan), serta nilai BEP tercapai pada 3 liter pupuk daun (Rp 116.000) dan 2 liter pupuk buah (Rp 60.000). Temuan ini membuktikan bahwa pengolahan limbah cair industri menjadi pupuk cair tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan dan efisiensi sumber daya dalam kerangka ekonomi sirkular. Oleh karena itu, kegiatan ini direkomendasikan untuk terus dilanjutkan dan dikembangkanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengolahan limbah cair industri Monosodium Glutamate (MSG) menjadi produk pupuk daun dan pupuk buah sebagai upaya mendukung industri pupuk yang berkelanjutan. Limbah cair yang mengandung unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pupuk cair berbasis organik. Analisis dilakukan terhadap nilai Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio), Payback Period (PP), dan Break-Even Point (BEP) dengan pendekatan data keuangan dari produksi PT. ABC pada tahun 2025. Hasil menunjukkan bahwa B/C Ratio untuk pupuk daun mencapai 425% dan pupuk buah 234%, keduanya jauh di atas ambang kelayakan minimum sebesar 100%. Waktu pengembalian modal hanya 0,96 tahun (11,5 bulan), serta nilai BEP tercapai pada 3 liter pupuk daun (Rp 116.000) dan 2 liter pupuk buah (Rp 60.000). Temuan ini membuktikan bahwa pengolahan limbah cair industri menjadi pupuk cair tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan dan efisiensi sumber daya dalam kerangka ekonomi sirkular. Oleh karena itu, kegiatan ini direkomendasikan untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hadi, R. Y., Aditya, W., Andrianto, C. P., Suhadi, M. I., Pramasdeka, R. H., Adi, D. B. P., & Hariastuti, N. L. P. (2025). Penerapan ekonomi sirkular dalam pengolahan limbah cair menjadi pupuk daun dan pupuk buah untuk mendukung  industri pupuk berkelanjutan. Nusantara of Engineering (NOE), 8(02), 258–265. https://doi.org/10.29407/noe.v8i02.26254

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free