Optimalisasi Penggunaan Hewan Uji Tikus (Rattus norvegicus) dalam Uji In Vitro Absorpsi Obat Peroral Menggunakan Metode Usus Terbalik

  • Natalijah N
N/ACitations
Citations of this article
64Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pengembangan studi biofarmasetika banyak dilakukan untuk dapat mempelajari proses biofarmasetika. Namun, penggunaan jumlah hewan uji yang berlebihan masih belum bisa terhindarkan untuk mencapai suatu nilai validitas yang baik. Salah satu proses biofarmasetika utama yang menjadi fokus studi adalah absorpsi obat secara per oral melalui saluran gastro-intestinal karena model penghantaran ini yang paling banyak digunakan dalam terapi menggunakan produk farmasetik. Metode uji absorpsi per oral yang telah dikembangkan dan diaplikasikan adalah metode usus terbalik. Pada protokol konvensional, hanya ruas usus sepanjang20 cmper hewan uji tikus yang digunakan, sedangkan intestin memiliki panjang hingga 80-100 cm. Pada studi ini dilakukan analisis berdasar hasil percobaan transport asam salisilat pada pH 7,5 untuk mengetahui validitas penggunaan segmen usus pada ruas 30-50 cmsetelah pirolus bila dibandingkan dengan segmen yang digunakan secara konvensional. Diperoleh hasil bahwa kedua segmen memberikan nilai jumlah asam salisilat terakumulasi yang tidak berbeda signifikan (p=0,442), oleh karena itu kami menganjurkan ekstensi penggunaan usus tikus untuk mengurangi jumlah hewan uji yang digunakan dalam percobaan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Natalijah, N. (2020). Optimalisasi Penggunaan Hewan Uji Tikus (Rattus norvegicus) dalam Uji In Vitro Absorpsi Obat Peroral Menggunakan Metode Usus Terbalik. Indonesian Journal of Laboratory, 3(1), 15. https://doi.org/10.22146/ijl.v3i1.62558

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free