Abstract
Zakat merupakan instrumen fiskal keagamaan yang memiliki peran strategis dalam redistribusi kekayaan dan pengentasan kemiskinan. Salah satu objek zakat yang memiliki potensi ekonomi masif namun sering terabaikan adalah hasil tambang (ma’din) dan barang temuan (rikaz). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam ketentuan syariat terkait zakat tambang dan rikaz melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan karakteristik perolehan berimplikasi pada perbedaan kadar zakat, yakni 2,5% untuk tambang dan 20% untuk rikaz. Pengelolaan yang profesional pada sektor ini diharapkan mampu menjadi pilar pendukung kemandirian ekonomi umat.Zakat is a religious fiscal instrument that plays a strategic role in wealth redistribution and poverty alleviation. Among the objects of zakat with massive economic potential yet often overlooked are mining products (ma'din) and found objects (rikaz). This article aims to analyze in-depth the sharia provisions related to zakat on mining and rikaz through a descriptive qualitative approach. The study results indicate that differences in acquisition characteristics result in different zakat levels, namely 2.5% for mining and 20% for rikaz. Professional management in this sector is expected to become a pillar supporting the economic independence of the community.
Cite
CITATION STYLE
Umami, R., & Qudsiyah, I. (2025). Rekonstruksi Pengelolaan Zakat atas Hasil Tambang (Ma’din) dan Barang Temuan (Rikaz) dalam Perspektif Fiqih Kontemporer. Cashless : Journal of Sharia Finance and Banking, 3(1), 08–14. https://doi.org/10.55757/cashless.v3i1.1161
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.