Teks al-Qur’an dalam Pandangan Nashr Hamid Abu Zayd

  • Fauzan A
N/ACitations
Citations of this article
156Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebuah pemikiran memiliki peran yang penting bagi seseorang. Jika benar pemikirannya maka akan berdampak kepada suatu pemahaman yang mengarah kepada baiknya sikap serta perilakunya. Namun, jika rusak pemikirannya maka sangat berakibat kepada rusaknya sikap serta perilakunya dan bahkan bisa mengarah kepada rusaknya keimanan seseorang. Bagi seorang Muslim, pemikiran terhadap konsep-konsep yang terkait kepada keimanan haruslah bersandar kepada keterangan-keterangan yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dan tidak diperlukan ijtihad dalam mencapainya kecuali dalam perkara-perkara dalam fiqh. Karena kebenaran terkait keimanan bukanlah apa yang masuk akal atau tidak masuk akal, ilmiah atau tidak ilmiah. Akan tetapi Kebenaran terkait keimanan adalah apa yang ditetapkan Allah SWT dan Rasul-Nya walaupun belum memuaskan logika dan tidak terindra. Terkait hal tersebut di atas, makalah ini mencoba menjelaskan suatu contoh pemikiran yang salah terkait keimanan kepada al-Qur’an yang dibawa oleh seorang tokoh pemikir Islam modernis, Nashr Hamid Abu Zaid. Karena, untuk mengetahui suatu kebenaran terkadang dapat dicapai setelah mengetahui suatu kesalahan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fauzan, A. (2015). Teks al-Qur’an dalam Pandangan Nashr Hamid Abu Zayd. KALIMAH, 13(1), 71. https://doi.org/10.21111/klm.v13i1.279

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free