FASHION SEBAGAI KRITIK SOSIAL (ANALISIS SEMIOTIKA PADA KOMUNITAS PUNK SURABAYA)

  • Sukma H
N/ACitations
Citations of this article
46Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Gaya subkultur  remaja  ditunjukkan  lewat  atribut  yang  mereka  pakai dimana hal tersebut  merupakan  penggambaran  atas  karakter  khas  mereka. Gaya berpakaian ala anak punk dengan cela disobek, kaos hitam serta jaket kulit serta kosmetika membuat kelompok ini terlihat berbeda dan mencolok diantara kelompok remaja lain. Sebagian menganggap sebelah mata dan takut melihat penampilan anak punk, Sebagian menganggap biasa saja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi teori pendukung interaksi simbolik. Hasil penelitian menunjukkan. Fashion punk digunakan sebagai kritik sosial dan representasi dari protes  mereka,  yang bukan  bagian  dari  kata-kata  santun  dalam  budaya dominan.  Begitu  pula fashion  Punk  bukan  bagian  dari fashion  borjuis konvensional. Fashion Punk  merupakan  paduan  unsur-unsur  penantangan ras dan etnis atas nilai-nilai dominan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sukma, H. A. R. (2023). FASHION SEBAGAI KRITIK SOSIAL (ANALISIS SEMIOTIKA PADA KOMUNITAS PUNK SURABAYA). Sintesa, 1(2), 8–21. https://doi.org/10.30996/sintesa.v1i2.8184

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free