Abstract
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Terdapat 240 zona merah covid-19 di seluruh Indonesia, dan terdapat 5 zona merah untuk Provinsi Sulawesi tenggara yaitu kota Kendari, kota Bau-bau, Kolaka, Muna dan Konawe. Berbagai regulasi diterbitkan oleh pemerintah dalam upaya penanggulangan covid-19 termasuk didalamnya adalah program vaksinasi yang diharapkan dapat membentuk kekebalan kelompok/ herd immunity. Salah satu indikator keberhasilan program vaksinasi adalah terbentuknya antibodi anti SARS-CoV-2 (IgM dan IgG). Tujuan kegiatan adalah melakukan kegiatan skrining berupa pemeriksaan antibodi SARS-CoV-2 sebagai salah satu indikator keberhasilan program vaksinasi covid-19 bagi siswa-siswi SMAN 1 Soropia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode imukokromatografi. Hasil skrining antibodi SARS-CoV-2 memperlihatkan hasil positif/reaktif sebanyak 32 orang (43%) yang tersebar menjadi reaktif IgM sebanyak 12 orang (16%), IgG sebanyak15 orang (20%), IgM dan IgG sebanyak 5 orang (7%), serta hasil negatif/ non reaktif sebanyak 43 orang (57%). Seyogianya, program vaksinasi dikatakan berhasil jika dapat merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh, namun dalam kenyataannya lebih dari 50% subjek yang menunjukkan hasil negatif/ non reaktif. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti efikasi vaksin dan juga respon imun tiap orang.
Cite
CITATION STYLE
Orno, T. G., & Yuniarty, T. (2023). SKRINING ANTIBODI SARS-COV-2 METODE IMUNOKROMATOGRAFI SEBAGAI SALAH SATU INDIKATOR KEBERHASILAN VAKSINASI COVID-19 BAGI SISWA-SISWI SMAN 1 SOROPIA. JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.55606/pkmsisthana.v5i1.226
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.