Abstract
Penelitian ini mengkaji pengalaman generasi muda dalam interaksinya dengan sistem Coretax, yang tidak sekadar diposisikan sebagai instrumen administratif, tetapi juga sebagai medium transformasi peran profesional muda. Mereka tampil bukan hanya sebagai pelaksana kebijakan fiskal, melainkan juga sebagai agen edukasi, penggerak pengaruh sosial, serta arsitek kepercayaan dalam komunitas sebaya. Melalui pendekatan kualitatif berbasis wawancara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa Coretax diapresiasi karena kemampuannya menyederhanakan mekanisme pelaporan, menghadirkan akses data secara real-time, dan memperkuat transparansi fiskal. Namun demikian, keterbatasan teknis berupa error sistem, desain antarmuka yang kurang ramah pengguna pemula, serta defisit literasi pajak masih menjadi penghambat signifikan. Hasil penelitian menegaskan posisi strategis akuntan muda sebagai mediator epistemik yang menjembatani kompleksitas regulasi dengan kebutuhan edukatif generasi digital. Implikasi dari temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan implementasi Coretax tidak hanya bertumpu pada penyempurnaan teknis, tetapi juga pada orkestrasi literasi perpajakan yang berkesinambungan, guna menumbuhkan kepatuhan fiskal yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan di era digital.
Cite
CITATION STYLE
Ester Claudi Jayapriatna, & Gatot Soeprianto. (2025). Peran Mediasi Akuntan Pajak Muda dalam Implementasi Coretax: Studi Fenomenologis tentang Kesadaran dan Kepatuhan Pajak di Kalangan Pemuda Indonesia. JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA, 4(2), 913–930. https://doi.org/10.61860/jigp.v4i2.303
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.