Teknologi Pembenihan Abalon Haliotis squamata Untuk Meningkatkan Produksi Budidaya Secara Berkelanjutan

  • Iskandar A
  • AB Jannar
  • A Sujangka
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abalon memiliki cita rasa yang khas, mengandung 71,99% protein; 3,2% lemak; 5,6% serat kasar; dan 0,6% air. Harga jual di pasar domestik berkisar antara Rp 250.000-Rp 600.000 per kg tergantung ukuran dan di pasar internasional berkisar antara USD 22-USD 66 per kg tergantung kualitas dan jenisnya. Kegiatan pembenihan dimulai dengan pemeliharaan induk sampai gonad matang. Induk ditempatkan di dalam peti plastik dengan kepadatan 40-50 ekor/unit dan diberi pakan makroalga. Gonad induk yang telah siap dipijahkan berkembang dan menutupi organ hepatopankreas lebih dari 50%, dan pemijahan dilakukan di wadah pemijahan. Pemeliharaan larva dilakukan di dalam wadah yang sebelumnya telah dikultur diatom bentik sebagai pakan larva. Abalon berukuran 1-2 cm dipanen dan dipindahkan ke wadah pemeliharaan benih. Pemeliharaan benih dilakukan selama 2-3 bulan dan menghasilkan benih abalon yang siap dijual dengan ukuran 3cm. Kegiatan pembenihan menghasilkan FR 60%, HR 85%, dan SR 0,1-1%. Pengemasan benih dilakukan melalui tiga tahap, yaitu kantong jaring dengan kerapatan 75-100 ekor/kantong, kantong plastik berisi 20 kantong jaring/kantong plastik, dan boks styrofoam berisi 1 plastik/boks styrofoam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Iskandar, A., AB Jannar, A Sujangka, & Muslim, M. (2022). Teknologi Pembenihan Abalon Haliotis squamata Untuk Meningkatkan Produksi Budidaya Secara Berkelanjutan. Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan, 13(1), 17–31. https://doi.org/10.35316/jsapi.v13i1.1675

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free