Abstract
Pondasi merupakan bagian yang sangat penting bagi suatu struktur tak terkecuali untuk bangunan air seperti bendungan. Perbaikan pondasi bendungan bertujuan agar tegangan tanah yang timbul sebagai akibat berat sendiri dari bendungan, tekanan air, gaya gempa, dan muatan -muatan yang bekerja tidak melebihi daya dukung tanah pondasi bendungan di bagian bawah maupun di tebing kiri dan kanan bendungan. Pada Proyek Pembangunan Bendungan Jlantah terdapat permasalahan berkaitan dengan pondasi bendungan. Perbaikan fondasi Bendungan Jlantah semula didesain menggunakan grouting tirai, tetapi dari hasil uji grouting pada bagian palung sungai hasilnya tidak dapat mencapai nilai kekedapan air (Lugeon) yang disyaratkan. Mengingat endapan alluvial dan lapisan batuan yang lapuk kuat masih cukup porus, maka diperlukan perbaikan pondasi secara khusus menggunakan dinding halang (cut-off wall atau diaphragma wall).Tujuan dari penggunaan dinding halang / Diaphragm wall adalah sebagai perkuatan pondasi pada tubuh bending. Metode yang digunakan dalam pembuatan beton plastis adalah trial eror di laboratorium untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan standar. Kesimpulan yang diperoleh dari beton plastis pada dinding halang adalah sudah sesuai dengan standar yang berlaku.
Cite
CITATION STYLE
Adhi, B. W., & Markawie, M. (2024). Penggunaan Beton Plastis pada Dinding Halang Tubuh Bendung Proyek Bendungan Jlantah. Jurnal Teknologi Berkelanjutan, 13(01), 45–52. https://doi.org/10.20527/jtb.v13i01.270
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.