Abstract
Pendidikan kesehatan merupakan proses pemberian informasi kesehatan dan praktek kesehatan, yang memotivasi seseorang untuk memperoleh informasi dan menghendaki seseorang melakukan kebiasaan yang menguntungkan kesehatan. Post op orif merupakan salah satu tindakan pembedahan yang dilakukan akibat fraktur yang dapat mengakibatkan berbagai dampak seperti nyeri, gangguan mobilisasi, gangguan perifer dan hal lainnya. untuk mencegah masalah tersebut diperlukannya tindakan mobilisasi. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan bagi pasien dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik setelah post op orif. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Dengan menggunakan analisis secara deskriptif. Penelitian di lakukan pada bulan Mei 2023 pada 2 orang pasien. Data di peroleh melalui wawancara, pengukuran, studi rekam medik dan proses asuhan keperawatan selama 3x24 jam. Instrumen yang digunakan adalah format pengkajian, kuesioner pengetahuan, daftar perencanaan dan dokumentasi keperawatan SIKI (2018), dan alat pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian pengetahuan kedua pasien sebelum pemberian pendidikan kesehatan masing-masing 10% dan 20% meningkat menjadi 80% dan 90% untuk melakukan mobilisasi dan skala nyeri menurun dari rentang 5 dan 6 (0-10) menjadi skala 4 (0-10). Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan tentang mobilisasi dini efektif di berikan pada pasien Post op orif.
Cite
CITATION STYLE
Hasyim, P. H., Olivia, N., & Syafrinanda, V. (2023). PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST OP ORIF FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(11), 4548–4553. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i11.1699
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.