Abstract
Meskipun banyak legitimasi yang mengatakan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan permusuhan, namun pada kenyataannya konflik kerap mewarnai kehidupan beragama. Banyaknya konflik yang muncul dan berkaitan dengan agama akhirnya membawa diskursus akademik pada suatu pergulatan di kalangan para pemikir terkait wacana agama sebagai sumber konflik. Artikel ini menyoroti konflik-konflik yang terjadi di Indonesia sebagai buah bibir dari diskursus para pemikir. Artikel ini ditulis dengan cara mengeksplorasi sejumlah literatur terkait untuk dapat menggambarkan bagaimana wacana tersebut diperdebatkan. Beberapa ayat Al-Qur’an serta penafsirannya juga disertakan sebagai penegas argumen dan posisioning penulis dalam wacana tersebut. Di tataran nasional, para pemikir dalam negeri terbagi menjadi dua kubu antara yang mengatakan agama sebagai sumber konflik dan tidak. Dalam taraf internasional, wacana ini bahkan sampai pada anggapan atas agama terutama Islam sebagai sebuah ancaman. Beberapa pemikir Barat pun melontarkan ide dunia tanpa Islam atau bahkan tanpa agama. Artikel ini berkesimpulan bahwa konflik yang bernuansa agama memuat banyak unsur kompleks sehingga tidak bisa serta merta agama dijadikan kambing hitam atas segala persoalan. Terlebih, perilaku umat beragama akan menentukan bagaimana wajah agama di tengah masyarakat sehingga memperbaiki perilaku beragama adalah kunci daripada berandai-andai untuk menghilangkan agama itu sendiri.
Cite
CITATION STYLE
Muhammad Fakhruddin Al-Razi, & Imam Amrusi Jailani. (2024). Dunia tanpa Islam: Pergulatan Wacana Seputar Agama sebagai Sumber Konflik di Indonesia. NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Dan Keagamaan Islam, 21(1), 21–38. https://doi.org/10.19105/nuansa.v21i1.12137
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.