Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh transportasi terhadap perubahan kadar total protein pada sapi bali pasca perjalanan ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pesanggaran Denpasar. Transportasi dapat mengakibatkan terjadinya stres dan dehidrasi. Untuk mendiagnosa terjadinya stres dapat dilakukan dengan uji biokimia. Uji biokimia yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengukur kadar total protein dalam darah. Objek yang digunakan adalah sapi bali yang belum diistirahatkan setelah transportasi sebanyak 20 ekor di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Denpasar. Darah diambil melalui vena auricularis dan dimasukan ke tabung vacutainer yang berisi gel separator untuk memisahkan serum dari darah. Sampel serum darah dibawa ke Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali untuk segera dilakukan pemeriksaan kadar total protein menggunakan mesin Photometer 5010V5+. Kadar total protein dari sampel yang telah diperiksa memiliki kadar terendah 5,8 g/dL dan tertinggi 8,5 g/dL dengan rata rata 7,5 g/dL. Dari hasil penelitian kadar total protein sapi bali pasca transportasi terhitung normal, hal ini mengindikasikan tidak adanya pengaruh transportasi terhadap kadar total protein.
Cite
CITATION STYLE
Putra, G. A. R. W., Utama, I. H., & Merdana, I. Ma. (2022). Kadar Total Protein Serum Sapi Bali Pasca Transportasi di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Denpasar. Buletin Veteriner Udayana, 729. https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i06.p16
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.