Abstract
Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Salah satu penyebab infeksi yang perlu diwaspadai adalah restensi terhadap bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Penggunaaan antibiotik yang berkelanjutan dapat menimbulkan masalah resistensi mikroba. Indonesia memiliki berbagai spesies tanaman yang sebenarnya dapat memberikan manfaat namun belum dibudidayakan secara khusus. Daun jeruju (Achanthus illicifolius) dari tumbuhan golongan mangrove yang mempunyai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai bahan antibakterial. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui aktivitas antibakteri rebusan dan infusa daun jeruju terhadap bakteri MRSA. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan bakteri MRSA. Hasil skrining fitokimia infusa daun jeruju memiliki senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, tanin, saponin dan kuinon. Sedangkan hasil skrining fitokimia rebusan daun jeruju memiliki metabolit sekunder berupa tanin, saponin dan kuinon. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada infusa dan rebusan daun jeruju pada konsentrasi 30%, 60% dan 90% tidak memiliki daya hambat terhadap aktivitas antibakteri MRSA, yang dilihat dari zona hambat. Zona hambat nol pada bakteri MRSA dapat disimpulkan bahwa infusa dan rebusan daun Jeruju (Achantus illicifolious) tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri MRSA
Cite
CITATION STYLE
Maria Dewi, N. P., Cahyaningsih, E., Arman Anita Dewi, N. L. K., Surya Rahadi, I. W., Sandhi Kusuma Yuda, P. E., & Santoso, P. (2024). Uji Aktivitas Antibakteri Rebusan dan Infusa Daun Jeruju (Achantus illicifolious) terhadap Bakteri Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Usadha, 3(1), 27–32. https://doi.org/10.36733/usadha.v3i1.7222
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.