Abstract
Artikel ini membahas respons organisasi Islam di Indonesia terhadap bencana, dengan fokus pada tiga organisasi besar: Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Persatuan Islam (PERSIS). Artikel ini merupakan studi literatur terhadap dua artikel yang berjudul “Politik Publik dari Do’a dalam Masa Bencana” karya Julian Millie dan Dede Syarif serta Filantropi Keadilan Sosial Berbasis Zakat pada Lembaga Amil Zakat Persatuan Islam dan Kontribusinya dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 di Jawa Barat karya Siti Zayyini Hurun’in, DKK. Pendekatan NU menekankan pada solidaritas spiritual melalui ritual do’a bersama yang difasilitasi oleh otoritas keagamaan. Sebaliknya, Muhammadiyah merespons bencana dengan pendekatan rasional-modernis melalui pembentukan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan penerbitan Fikih Kebencanaan, mengedepankan mitigasi berbasis keilmuan. Adapun PERSIS, melalui LAZ PERSIS, mengoptimalkan distribusi zakat dalam kerangka social justice philanthropy untuk memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat terdampak bencana. Artikel ini menunjukkan bahwa ketiga organisasi ini menawarkan pendekatan yang saling melengkapi antara aspek spiritual, sosial, dan ekonomi, mencerminkan model respons Islam yang holistik dalam menghadapi tantangan kemanusiaan kontemporer di Indonesia.
Cite
CITATION STYLE
Marzal, N., Haq, M. Z., & Miharja, D. (2025). Respon Organisasi Islam Indonesia dalam Menghadapi Bencana. Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial Dan Budaya, 7(2), 191–201. https://doi.org/10.31958/istinarah.v7i2.16104
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.