Work Life Balance Pada Perawat Wanita Yang Memiliki Anak Bawah Lima Tahun (Balita) di RSUD Bayu Asih Purwakarta

  • Hastuti E
  • Wahyu Utami A
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perawat sebagai pegawai dituntut tetap produktif bekerja, namun mereka juga memiliki kehidupan diluar pekerjaan yang harus diperhatikan seperti keluarga yang harus tetap seimbang(work-life balance) sehingga dapat meminimalisir konflik atau dampak negative yang terjadi dikehidupannya. Tujuaan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran work-life balance perawatyang memiliki anak Bawah Lima Tahun (Balita) di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskrifptif, yaitu suatu metode dalam menelitistatus sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatukelas peristiwa pada masa sekarang. Alat ukur yang digunakan untuk work-life balancemenggunakan teori Fisher, Bulger dan Smith (2009) terdiri dari 17 item pernyataan. Untuk melihatgambaran tinggi rendahnya work-life balance teknik analisis yang digunakan uji Median.  Hasil pengolahan data diperoleh terdapat 51, 32% perawat yang memiliki work-life balance tinggi dan terdapat 48,68% perawat yang memiliki work-life balance rendah, dengan kata lain adanyaperan ganda yang harus dijalankan perawat yaitu sebagai pegawai dan sebagai ibu yang memilikiBawah Lima Tahun (Balita) tidak menimbulkan permasalahan yang berdampak pada keseimbangandalam kehidupannya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hastuti, E. S., & Wahyu Utami, A. E. (2022). Work Life Balance Pada Perawat Wanita Yang Memiliki Anak Bawah Lima Tahun (Balita) di RSUD Bayu Asih Purwakarta. JIPSI, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.37278/jipsi.v4i1.492

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free