Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif di Distrik Dili Timor Leste Tahun 2014

  • Guterres J
  • Wulandari L
  • Wirawan D
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Menurut WHO tuberkulosis paru (TB) di Timor-Leste diperkirakan mempunyai tingkat kematian yang paling tinggi di wilayah Asia Tenggara yaitu sebesar 45 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko TB paru di Distrik Dili.Metode: Rancangan penelitian adalah kasus kontrol. Kasus adalah penderita TB paru BTA positif dan kontrol adalah pasien bukan TB yang tercatat di register klinik TB Motael dan Bairo-pite dan tiga puskesmas (Comoro, Formosa, Becora) di Distrik Dili  Juli 2013-Februari 2014. Jumlah sampel sebanyak 138 orang terdiri dari 46 orang kasus dan 92 kontrol (1:2). Faktor risiko yang diteliti  adalah  kebiasaan merokok, kontak dengan penderita, status gizi, penghasilan keluarga, kepadatan hunian, pencahayaan sinar matahari, ventilasi dan penggunaan kayu bakar untuk memasak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pengukuran. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui kemiripan kasus dan kontrol dan menghitung crude OR. Analisis multivariat dengan regresi logistik dilakukan untuk mengetahui faktor risiko yang berperan meningkatkan kejadian TBHasil: Tidak dijumpai adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol dalam variabel umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan (p>0,05). Dari hasil analisis bivariat didapatkan bahwa faktor risiko kejadian TB paru adalah kontak dengan penderita (OR=2,809; 95%CI:1,337-5,900), status gizi (OR=2,380; 95%CI:1,096-5,169), pencahayaan sinar matahari (OR=8,090; 95%CI:3,468-18,872) dan ventilasi (OR=6,141; 95%CI:2,709-13,924). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang berperan adalah kontak dengan penderita (OR=3,428; 95%CI:1,455-8,075) dan pencahayaan sinar matahari (OR=4,601; 95%CI:1,336-15,845).Simpulan: Kontak dengan penderita dan pencahayaan sinar matahari merupakan faktor risiko TB paru BTA positif di Distrik Dili Timor Leste.

Cite

CITATION STYLE

APA

Guterres, J. dos S., Wulandari, L. P. L., & Wirawan, D. N. (2014). Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif di Distrik Dili Timor Leste Tahun 2014. Public Health and Preventive Medicine Archive, 2(2), 170–174. https://doi.org/10.15562/phpma.v2i2.146

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free