Abstract
Hidup dengan keterbatasan pengelihatan memang tidak mudah dan butuh banyak proses dalam menyesuaikan diri, salah satunya contohnya adalah orang yang mengalami kebutaan dikarenakan kecelakaan atau terkena penyakit. Penyandang Tunanetra biasanya mengalami kesulitan untuk sekedar berjalan dan melakukan aktivitas. Oleh karena itu diperlukannya Alat bantu yang sering digunakan penyandang tunanetra untuk berjalan salahsatunya adalah tongkat. Tongkat sebagai alat bantu pada saat berjalan dalam melakukan aktifitas di setiap harinya. Pada penelitian ini telah dibuat suatu tongkat bantu jalan penyandang tunanetra yang dapat mendeteksi halangan, Dalam perancangannya sistem menggunakan mikrokontroler Arduino UNO sebagai mikrokontroler, tiga buah sensor jarak ultrasonic HC-SR04 untuk mengetahui jarak dan posisi dari halangan ke pengguna, jarak halangan dari alat adalah >0 dan <60, lebar sudut yang dideteksi alat ini adalah 40º. Selain itu modul Mini DF Player serta Speaker sebagai penanda berupa suara dan Motor Shield L298 dan Motor DC sebagai penanda berupa getaran apabila mendeteksi adanya halangan. Uji coba yang telah dilakukan pada 7 objek dilakukan 12 kali pengujian pada setiap objeknya, dengan persentase keberhasilanya adalah 85,8 % dan persentase kegagalanya 14,2 %, kegagalan pada pengujian ini dikarenakan sensor ultrasonic kurang responsif membaca halangan yang bergerak dikarenakan 3 sensor ultrasonic masih menggunakan 1 mikrokontroler maka dari itu pengujian seperti motor dan mobil yang sedang bergerak masih lambat untuk mendeteksinya.
Cite
CITATION STYLE
Wibowo, R. A. S., & Sapuguh, I. (2021). PEMBUATAN TONGKAT BANTU JALAN PENYANDANG TUNANETRA MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC DAN MOTOR DC. Jurnal Ilmiah Scroll: Jendela Teknologi Informasi, 8(2), 97–105. https://doi.org/10.30640/ejournalscroll.v8i2.76
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.