Hubungan Antara Self-Regulation Dengan Sindrom Fomo (Fear of Missing Out) Pada Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Medan Area

  • Syahfira J
  • Sairah S
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan self-regulation dengan sindrom FOMO (fear of missing out) pada mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi stambuk 2019-2022 yang berjumlah 88 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala self-regulation dan skala FOMO-12. Hasil penelitian dengan menggunakan teknik korelasi product moment (π‘Ÿπ‘₯𝑦) diketahui sebesar -0,456 dengan p = 0,000 0,05. Artinya, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-regulation dengan sindrom FOMO (fear of missing out) pada mahasiswi, yang menunjukkan semakin rendah self-regulation mahasiswi maka semakin tinggi sindrom FOMO (fear of missing out) yang dilakukan sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa self-regulation mahasiswi tergolong rendah dengan mean hipotetik (57) mean empirik (46,34) dan selisihnya melebihi satu SD (8,376), kemudian, sindrom FOMO (fear of missing out) tergolong tinggi dengan mean hipotetik (30) mean empirik (37,65) dan selisihnya melebihi satu SD (6,692). Adapun Self-regulation memiliki kontribusi terhadap sindrom FOMO (fear of missing out) sebesar 20,7%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Syahfira, J., & Sairah, S. (2024). Hubungan Antara Self-Regulation Dengan Sindrom Fomo (Fear of Missing Out) Pada Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. JURNAL ISLAMIKA GRANADA, 4(2), 52–59. https://doi.org/10.51849/ig.v4i2.172

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free