Sub-Chronic Toxicity Test of Purple Leaf Extract on the Kidney Histopathology of Male White Rats

  • Dipayana I
  • Dewi N
  • Magfira
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Traditional herbal medicine has become increasingly popular as an alternative to conventional medical treatments. Although the plant offers numerous health benefits, caution should be exercised regarding its long-term use. Long-term use of traditional herbal remedies can have detrimental effects on the kidneys. This study was designed to assess the histological changes in the kidneys of male rats following 28 days of purple sage leaf extract administration and to identify potential harmful effects. The study utilized 20 male Wistar rats and utilized a randomized group design for the experimental methodology. Rats were categorized into four distinct groups, consisting of one control group and three treatment groups. The control group received solely sodium chloride, whereas the treatment group 1 (P1) received 500 mg/kg BB of purple sage ethanol extract. Treatment group 2 received up to 2000 mg/kg BB of purple sage ethanol extract, while treatment group 3 received up to 5000 mg/kg BB. The oral examination was conducted for a duration of 28 days. The treatment groups showed an increase in weight and organ index of the right kidney. The findings suggest a potential for toxicity resulting from the administration of purple sage leaf extract over a duration of 28 days.Masyarakat semakin melirik praktik pengobatan tradisional yang memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan konvensional. Sage ungu merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki kegunaan sebagai obat. Meskipun ada banyak manfaat kesehatan dari penggunaan tanaman ungu, penting untuk berhati-hati saat melakukannya dalam jangka waktu lama. Selain itu, ginjal dan organ lainnya mungkin terpengaruh oleh penggunaan obat-obatan tradisional dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran histologis ginjal tikus putih jantan dan mengetahui akibat berbahaya yang mungkin timbul setelah 28 hari pemberian ekstrak daun ungu. Dua puluh tikus Wistar jantan berpartisipasi dalam penelitian ini, yang menggunakan desain kelompok acak untuk metodologi eksperimennya. Mereka dibagi menjadi empat kelompok untuk penelitian: satu sebagai kontrol dan tiga untuk menerima terapi. Kelompok kontrol hanya diberi natrium klorida, sedangkan kelompok perlakuan 1 (P1) diberi ekstrak etanol daun ungu 500 mg/kg BB. Selanjutnya diberikan ekstrak etanol daun ungu sebanyak 2.000 mg/kgBB pada kelompok perlakuan 2 (P2), dan 5.000 mg/kgBB pada kelompok perlakuan 3 (P3). Persiapan tes lisan dilakukan selama 28 hari. Berat organ dan indeks organ meningkat pada ginjal kanan kelompok perlakuan, menurut hasil penelitian. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya kerusakan antara lain tubulus atrofi dengan lapisan sel nekrotik, sitoplasma pucat, inti berkurang, dan glomeruli dalam batas normal. Terdapat risiko toksisitas jika ekstrak daun diberikan dalam waktu 28 hari.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dipayana, I. M., Dewi, N. P., Magfira, Tandi, J., Wirawan, W., Rachmawati, M., & Azizah, N. (2024). Sub-Chronic Toxicity Test of Purple Leaf Extract on the Kidney Histopathology of Male White Rats. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(8), 4572–4578. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i8.8312

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free