Abstract
Dalam sebuah industri, penjadwalan memberi peranan penting untuk memberikan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menyusun penjadwalan yang tepat agar tidak terjadi keterlambatan penyelesaian pesanan, termasuk di UPT Logam. Selain itu, penjadwalan juga harus mengupayakan waktu yang seminimal mungkin. UPT Logam selama ini menyusun jadwal produksi dengan menggunakan metode First Come First Serve (FCFS). Evaluasi penjadwalan kemudian dilakukan dengan metode lain seperti Shortest Processing Time (SPT), Longest Processing Time (LPT), Earliest Due Date (EDD) dan Smith Rule. Hasil penjadwalan menunjukkan semua metode tidak menyebabkan keterlambatan penyelesaian pesanan yang masuk di UPT Logam. Akan tetapi, evaluasi berdasarkan total flowtime menunjukkan perubahan terbaik yang awalnya metode First Come First Serve (FCFS) bernilai 165,78 menjadi 144,36 dengan metode Shortest Processing Time (SPT) dan Smith Rule.
Cite
CITATION STYLE
Adhitama, L., Bilmuna, N., & Pramudyo, C. S. (2025). Evaluasi Sistem Penjadwalan Operasi Mesin Bor di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Logam Kota Yogyakarta. Jurnal Teknik Mesin Dan Industri (JuTMI), 4(1), 7–13. https://doi.org/10.55331/jutmi.v4i1.61
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.