Abstract
Konsep Kota Layak Anak merupakan sistem pembangunan kota berbasis hak anak yang saat ini sudah menjadi kebutuhan mengingat berdasarkan data statistic bps tahun 2020, 24,6 persen atau 66,4 juta jiwa penduduk Indonesia merupakan anak-anak berusia 0-14 tahun. Bandar Lampung merupakan salah satu kota yang sudah mulai menerapkan konsep KLA meskipun belum dapat dikatakan memiliki kualitas yang cukup. Hal ini menyebabkan perlu adanya komitmen dari pemerintah juga penyesuaian kembali terhadap kualitas beberapa taman kota yang ada. Taman Dipangga merupakan salah satu taman kota di Bandar Lampung yang secara fungsi dan kegunaan belum dapat dikatakan sebagai taman kota. Dari segi kondisi saat ini pun tidak terawat dengan baik dan menjadi hampir terbengkalai. Dari permasalahan tersebut dilakukan penelitian secara cross-sectional dan kualitatif dengan survei langsung serta pengenalan secara dekat dengan site dan user. Dengan dilakukan penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan design taman kota sekaligus semi-outdoor playground yang inovatif, sustainable, berkonsep Green Architecture dan layak bagi anak-anak di kota Bandar Lampung, khususnya di sekitaran taman Dipangga, serta perancangan ulang ini akan menjadikan taman Dipangga menjadi asset baru dari Kota Bandar Lampung, dalam tujuannya juga dalam mewujudkan konsep Kota Layak Anak di Bandar Lampung.
Cite
CITATION STYLE
Shevriyanto, B., & Ngurah Anom Gunawan, I. G. (2022). PERANCANGAN KEMBALI TAMAN DIPANGGA (BANDAR LAMPUNG) DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE. SIGMA TEKNIKA, 5(2), 432–442. https://doi.org/10.33373/sigmateknika.v5i2.4552
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.