BID’AH-BID’AH DALAM EKONOMI ISLAM (Paradigma Bid’ah Ulama)

  • Nurhadi N
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kaidah dasar dalam kajian fiqih muamalah adalah al-ashlu fil mu‟amalah ibahah, illa ma dalla dalilun „ala tahrimihi, maksudnya hukum asal perbuatan dalam muamalah  adalah  boleh,  kecuali  ada  dalil  yang  mengharamkannya.  Penggunaan istilah Ekonomi Islam adalah bagian dari bid‟ah agama, yang muncul pada tahun 1940-an  di  Negara  India.  Demikan  menurut  pendapat  Timur  Kuran,  Profesor Ekonomi Politik, ia berpendapat sesuai dengan hasil penelitinya, membuktikan bahwa Ekonomi  Islam sama sekali  tidak dapat  ditemukan  dalam  tradisi  Islam.  Sehingga istilah-istilah dan lembaga-lembaga bisnis sekarang yang tidak ada contoh dari Nabi dan  tidak  pernak  ada  pada  zaman  nabi  adalah  bid‟ah. Nak,  lalu  apakah  yang dimaksud  dengan  bid‟ah menurut  para  ulama  dan  adakah  bid‟ah-bid‟ah  dalam ekonomi Islam. Hasil pembahasan menyatakan, bid‟ah adalah setiap perbuatan yang tidak ada dan tidak dilakukan pada zaman Nabi yang bertentagan dengan nash al- Qur‟an dan sunnah serta mashlahah. Melihat praktek ekonomi modern, maka banyak bid‟ah-bid‟ah  dalam ekonomi Islam, diantaranya adalah istilah ekonomi Islam itu sendiri. Kegiatan dari ekonomi Islam di Indonesia yang merupakan bid‟ah adalah perbankan syariah, zakat propesi dan lainya. Secara etimologi ketiga disebut dengan bid‟ah, namun secara terminology belum dapat dikatakan bid‟ah. Sedangkan kaidah fiqih  menjelasan  “al-ashlu  fil  mu‟amalah ibahah,  illa  ma  dalla   dalilun   „ala tahrimihi”, maksudnya hukum asal perbuatan dalam muamalah adalah boleh, kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Kaedah inilah yang menutup pemaknaan kototasi buruk  dari  ungkapan  bid‟ah, menjadi  bid‟ah hasanah  (baik) karena  mengandung banyak kemashlahatan untuk manusia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurhadi, N. (2018). BID’AH-BID’AH DALAM EKONOMI ISLAM (Paradigma Bid’ah Ulama). Jurnal Khazanah Ulum Ekonomi Syariah (JKUES), 2(2), 56–79. https://doi.org/10.56184/jkues.v2i2.56

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free