Abstract
Proses pembelajaran dalam KTSP memerlukan pengembangan bahan ajar. Observasi yang peneliti lakukan di kelas V pada lima sekolah dasar, 80% guru tidak membuat bahan ajar sendiri, 60% SD masih menggunakan bahan ajar teacher center, dan 50% belum mengembangkan bahan ajar active learning. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp dengan tujuan untuk memperoleh bahan ajar yang efektif. Subjek uji coba adalah siswa kelas V SD Negeri Grujugan sebagai kelas eskperimen, dan SD Negeri Kritig sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda dua rata-rata dan uji N-gain. Hasil Penelitian menunjukan implementasi bahan ajar terbukti efektif karena setelah diberi perlakuan menggunakan model learning cycle 7E terdapat perbedaan antara kelas kontrol dan ekperimen dengan nilai signifikansi 0,02 < 0,05 dan peningkatan hasil N-gain kelas eksperimen sebesar 0,62 yang menunjukan kriteria sedang. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengembangan bahan ajar IPA model learning cycle 7E adalah efektif.
Cite
CITATION STYLE
Fembriani, F., & Rofisian, N. (2018). Kefektifan Bahan Ajar Ilmu Pengetahuan Alam Model Learning Cycle 7e Untuk Kelas V. JURNAL DIKDAS BANTARA, 1(2). https://doi.org/10.32585/jdb.v1i2.136
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.