Pedagang Kecil“ Warung“ Dalam Gempuran Ritel

  • Minarsih M
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Persaingan industri ritel tradisional dan ritel modern menimbulkan ketimpangan ekonomi dan terpuruknya ritel tradisional. Industri ritel tradisional menjadi semakin kejepit dengan munculnya ritel modern dimana-mana. Di sisi lain persaingan ritel modern juga  semakin ketat . Hal ini disebabkan karena keberadaan mart – mart tersebut di tengah – tengah pemukiman masyarakat yang sebelumnya menjadi lahan bisnis bagi ritel tradisional (warung). Pada perkembangannya bukan ritel tradional bersaing dengan ritel modern, namun antar ritel modern bersaing sangat ketat. Munculnya  Mart – Mart (Indomart, Alfamart dan afiliasinya) di Indonesia menimbulkan segi positif dan negatif bagi masyarakat. Segi positif yang dirasakan masyarakat antara lain : lebih nyaman dalam berbelanja , bisa menggunakan kartu ATM sehingga tidak perlu membawa dana yang besar, beberapa mart ada yang buka 24 jam dan lain-lain. Sedang sisi negatifnya adalah makin terjepitnya ritel tradisional, budaya konsumtif masyarakat semakin tinggi.  Berbagai pelanggaranpun  akhirnya terjadi dari zonasi, monopoli pasar, tidak komitmen pada UKM dan kaki lima serta penekanan pada pemasok.

Cite

CITATION STYLE

APA

Minarsih, M. M. (2022). Pedagang Kecil“ Warung“ Dalam Gempuran Ritel. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 6(1), 389–400. https://doi.org/10.22437/jssh.v6i1.19493

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free