Abstract
Kasus HIV/AIDS di Kota Cilegon menunjukkan tren stabil dengan penularan utama melalui hubungan seksual. Penelitian ini menganalisis peran komunitas dan stakeholders dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan desain campuran (mix-method) melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Sampel terdiri dari 59 stakeholders dan 37 anggota komunitas. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan uji chi-square, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Validitas data dijamin melalui triangulasi dan member checking. Sebanyak 100% stakeholders mengetahui kebijakan pencegahan HIV/AIDS, terutama penyuluhan di sekolah dan masyarakat (96,6%). Mayoritas responden (66,1%) menilai program sangat efektif karena kolaborasi yang baik antara komunitas dan stakeholders (p = 0,006). Hambatan utama meliputi stigma terhadap ODHA (72,4%) dan rendahnya partisipasi masyarakat (56,9%). Keterlibatan komunitas tidak memiliki hubungan signifikan dengan dampak program dalam mengurangi penularan (p = 0,134). Kolaborasi komunitas dan stakeholders efektif dalam pencegahan HIV/AIDS di Kota Cilegon. Namun, stigma dan rendahnya partisipasi masyarakat menjadi tantangan utama yang perlu diatasi melalui edukasi dan koordinasi lintas sektor.
Cite
CITATION STYLE
Rezeki, S., Sinaga, F. R., & Purnamasari, R. (2025). PERAN KOMUNITAS DAN STAKEHOLDERS PADA PENANGANAN PENDERITA HIV/AIDS DI KOTA CILEGON. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(2), 3664–3675. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.46448
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.