Penerapan Terapi Musik Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di Ruang Tanjung Rsud Kota Banjar

  • Asep Riyana
  • Dwiyani Fauzi W
  • Djamiatul Maulana H
N/ACitations
Citations of this article
78Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu gejala yang paling umum terjadi pada pasien gangguan jiwa adalah halusinasi penegengaran terjadi ketika sistem sensori persepsi tidak mengalami rangsangan atau stimulus dari luar. Salah satu terapi nonfarmakologi yang digunakan untuk membantu mengurangi frekuensi halusinasi adalah terapi musik. Jenis terapi relaksasi ini ntuk membantu seseorang mengatur emosinya menjadi lebih tenang, dan juga dapat menyembuhkan gangguan psikologis. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui bagaimana terapi musik dapat berpengaruh pada frekuensi halusinasi. Metode studi kasus yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terapi musik dapat mengubah frekuensi halusinasi pada pasien dengan halusinasi pendengaran.

Cite

CITATION STYLE

APA

Asep Riyana, Dwiyani Fauzi, W., & Djamiatul Maulana, H. (2024). Penerapan Terapi Musik Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di Ruang Tanjung Rsud Kota Banjar. Jurnal Kesehatan Mahardika, 11(2), 94–101. https://doi.org/10.54867/jkm.v11i2.218

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free