Perbandingan Keberhasilan dan Waktu Intubasi Endotrakeal pada Manekin antara Bantal Intubasi Standar dan Bantal Intubasi Modifikasi

  • Permana S
  • Pradian E
  • Yadi D
N/ACitations
Citations of this article
54Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas program keluarga harapan (PKH) terhadap masyarakat di Kelurahan Sungai Sapih. Penelitian ini menggunakan teori Agil dari Talcott Parsons. Metode yang digunakan, yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus deskriptif. Penelitian dilakukan di kelurahan sungai sapih, kecamatan kuranji, kota padang. Pemilihan Informan dilakukan secara teknik purposive sampling dengan jumlah 11 informan yaitu lurah, satu pendamping, ketua kelompok, 5 KPM bidang pendiidkan dan 3 KPM bidang kesehatan. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi aktif, penelitian datang kelokasi untuk mengamati lokasi penelitian, kondisi rumah penerima PKH dan mengikuti kegiatan pertemuan penerima PKH. Wawancara dilakukan denga bentuk wawancara lansung, bebas dan mendalam. Jawaban dari informan akan diringi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secra mendalam dan santai, sehinga diperoleh informasi yang tidak tegang dan sedtail mungkin. Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan PKH, seperti efektivitas Program Keluarga Harapan PKH terhadap msyarakat dengan cara mengmpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menujukkan efektivitas program keluarga harapan (PKH) terhadap masyarakat kelurahan sungai sapih dapat membantu dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat namun demikian PKH ini belum bisa dikatakan sepenuhnya efektif dalam hal penanggulangan kemikinan dan meingkatkan pendapatan masyarakat di lihat dari indikator pencapaian tujuan yang dialami masyarakat. Adapun hambatan dalam pelaksanaan program keluarga harapan ialah belum tercapainya tujuan dari PKH karena masih adanya penerima penerima bantuan yang mempergunakan dana yang diterimanya diluar ketentuan PKH karena alasan tertentu. Selain itu, jika dilihat dari hasil penelitian terdapat sebagaian masyarakat mulai terus menerus menharapkan bantuan dana PKH sehingga dikhawatirkan dapat merubah pola piker mereeka dalam menciptakan perilaku kemandirian. PKH diharapkan mampu mengurangi angka kemikinan dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin. Implikasi dari penelitian ini adalah penerima manfaat seharusnya memiliki kesadaran yang lebih tinggi bahwa dana PKH seharusnya digunakan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan, sehingga uang yang diterima tidak dibelanjakan sembarangan.Program Keluarga Harapan (PKH) adalah bantuan sosial bersyarat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui akses lebih baik ke pendidikan dan kesehatan. Namun, efektivitas PKH di Kelurahan Sungai sapih masih belum efektif dikarenakan masyarakat masih memanfaatkan bantuan PKH untuk kebutuhan yang lain seperti membayar hutang, membeli perlengkapan dapur. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) Bagi masyarakat di Kelurahan Sungai Sapih. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu teori struktural fungsional dari Robert K. Merton yang menjelaskan bahwa setiap konsekuensi-konsekuensi atau dampak yang disadari akan menciptakan penyesuaian dalam suatu sistem. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan 13 informan dengan kriteria yaitu Lurah Sungai Sapih, Pendamping PKH, dan penerima PKH. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dilakukan kepada informan yang terlibat sebagai Penerima PKH, serta studi dokumentasi dikumpulkan melalui dokumen yang ada di Kantor Sungai Sapih. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sungai Sapih dapat dievaluasi berdasarkan lima indikator menurut Sutrisno: pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. PKH telah membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, namun belum sepenuhnya efektif dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan. Hambatan utama terlihat pada indikator tercapainya tujuan, sebagian penerima masih menggunakan bantuan untuk keperluan di luar ketentuan, seperti membayar utang, membeli perlengkapan dapur, modal usaha, dan kebutuhan sehari-hari. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan PKH sebagaimana tertuang dalam Permensos No. 1 tahun 2018.

Cite

CITATION STYLE

APA

Permana, S. S., Pradian, E., & Yadi, D. F. (2018). Perbandingan Keberhasilan dan Waktu Intubasi Endotrakeal pada Manekin antara Bantal Intubasi Standar dan Bantal Intubasi Modifikasi. Jurnal Anestesi Perioperatif, 6(3), 193–199. https://doi.org/10.15851/jap.v6n3.1363

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free