Abstract
Pandemi Covid-19 merupakan bencana internasional yang sempat menginterupsi aktivitas social dan ekonomi sehingga menimbulkan krisis dunia. Peristiwanya tidak tidak terprediksi, tidak bersifat siklis, tidak teratur, tidak terpola, dan belum ada penjelasan empiris sebelumnya yang dapat digeralisasi menjadi sebuah model atau teori yang bermanfaat sebagai acuan untuk merespons atau memitigasi terjadinya krisis sejenis. Fenomena pandemi Covid-19 pada tahun 2020 – 2021 hingga masa pemulihan di tahun 2022 – 2023 memberi kesempatan pada para peneliti bidang ekonomi untuk membuat dan memperkaya literatur empiris dengan mengeksplorasi dan mengelaborasi variable-variabel ekonomi. Penelitian ini mengelaborasi variable pendapatan dan partisipasi kerja untuk mendeteksi ketimpangan ekonomi masyarakat. Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak negatif terhadap pendapatan terutama pada kelompok berpendapatan rendah dan terhadap partisipasi kerja. Kepulihan kelompok berpendapatan atas lebih cepat dari pada kelompok berpendapatan rendah, sehingga memperlebar ketimpangan ekonomi masyarakat. Pada aras mikro, di masa pasca pandemi Covid 19, UMKM telah mengerahkan tenaga kerja dan modal lebih banyak daripada sebelum pandemi, namun tingkat penjualannya baru setengah pulih. Prospek pemerataan ekonomi masyarakat membutuhkan peningkatan daya beli masyarakat kelompok menengah dan bawah untuk menyerap produk UMKM. Selain itu butuh peningkatan kesempatan kerja dan peningkatan kemampuan masyarakat, terutama kelompok penganggur untuk mengakses kesempatan kerja tersebut.
Cite
CITATION STYLE
Sulandjari, S., & Istiarsi Saptuti Sri Kawuryan. (2023). KEPULIHAN EKONOMI PASCA PANDEMI COVID-19 DI SALATIGA. Jurnal Dinamika Ekonomi Rakyat, 2(2), 69–96. https://doi.org/10.24246/dekat.v2i2.17361
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.