Abstract
Latar Belakang: Setiap perusahaan wajib menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja. Implementasi konsep ini adalah langkah terpenting untuk menjamin keselamatan kerja, melindungi pekerja dan meningkatkan derajat kesehatan yang lebih tinggi, sehingga pekerja dapat terhindar dari berbagai risiko yang membahayakan pekerja. Salah satu bahaya dalam bekerja adalah aspek psikologis yaitu stres kerja. American National Institutes of Health menyebutkan bahwa perawat merupakan pekerjaan berisiko mengalami stres kerja pada urutan ke-27 dari 130 jenis pekerjaan. Beban kerja yang tinggi pada perawat mampu meningkatkan stres kerja yang dialami oleh mereka secara fluktuatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan relevansi atau hubungan jenis kelamin, masa kerja, beban kerja mental, usia, dan kelelahan kerja dengan stres kerja pada perawat dalam sistem kerja shift malam di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi. Metode: Penelitian ini jenis kuantitatif dengan analisis statistik koefisien korelasi spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara umur, jenis kelamin, masa kerja, beban kerja mental dengan stres kerja. Selain itu, ditemukan hubungan antara kelelahan kerja dengan stres kerja. Kesimpulan: Secara menyeluruh dapat disimpulkan bahwa umur, jenis kelamin, masa kerja dan beban kerja pada perawat tidak berhubungan dengan stress kerja. Akan tetapi kelelahan kerja perawat Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi berhubungan dengan stres kerja perawat tersebut.
Cite
CITATION STYLE
Aminulloh, S., & Tualeka, A. R. (2024). Hubungan Beban Kerja Mental dan Kelelahan Kerja dengan Stres Kerja pada Perawat Shift Malam Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi. Media Gizi Kesmas, 13(1), 370–376. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.370-376
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.