MEMBANGUN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SEKOLAH DASAR

  • Widodo S
N/ACitations
Citations of this article
295Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Korupsi terjadi hampir di semua segi pemerintahan mulai dari bawahan sampai elit. Korupsi dilakukan secara masif oleh pelakunya menggunakan berbagai cara dan bentuk yang sangat kompleks tanpa memandang status. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk memerangi korupsi tersebut, terutama bagi siswa sekolah dasar dilakukan dengan cara preventif. Usaha tersebut dilakukan dengan membangun pendidikan antikorupsi di sekolah dasar. Hal ini bertujuan memberikan pengetahuan, jenis, dan cara mencegah berbagai bentuk korupsi. Pendidikan antikorupsi merupakan usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengajarkan siswa tentang antikorupsi. Tidak hanya guru saja yang memiliki kewajiban untuk mengajarkan pendidikan antikorupsi, tetapi juga kepala sekolah sebagai leader di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mewujudkan pendidikan antikorupsi. Kurikulum pendidikan antikorupsi ditekankan pada semua pelajaran yakni pelajaran sosial, sains, dan bahasa. Sedangkan untuk memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa (visual, auditory, dan kinesthetic), maka guru dapat menggunakan model pembelajaran yang bervariasi sehingga pembelajaran tidak monoton dan siswa tidak cepat bosan. Asesmen yang dapat digunakan dalam pendidikan antikorupsi adalah asesmen autentik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Widodo, S. (2019). MEMBANGUN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 35–44. https://doi.org/10.21009/jpd.v10i1.11142

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free